Rabu, 27 April 2016

Contoh Khutbah Jumat


Berbicara tentang contoh khutbah jumat berarti terpenuhinya rukun-rukun khutbah seorang khotib dalam menyampaikan khutbahnya. Dan rukun-rukun khutbah sebagai berikut:

  1. Membaca hamdalah pada khutbah pertama dan kedua
  2. Membaca sholawat kepada Rasulullah pada khutbah pertama dan kedua
  3. Berwasiat kepada hadirin agar bertaqwa kepada Allah pada hutbah pertama dan kedua
  4. Membaca ayat Alquran pada salah satu dari dua khutbah
  5. Mendoakan kepada seluruh kaum muslimin pada khutbah kedua
Adapun contoh dari kelima rukun khutbah tersebut terangkum dalam khutbah pertama dan kedua berikut ini.

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ الّذِىْ اَكْرَمَ مَنِ اتَّقَى بِمَحَبَّتِهِ, وَاَوْعَدَ مَنْ خَالَفَهُ بِغَضَبِهِ وَعَذَابِهِ, اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَنَّ سَيْدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَرْسَلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ وَخَيْرِ خَلْقِهِ, وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِى سَبِيْلِهِ. اما بعد : فَيَااَيُّهَاالنَّاسُ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَ اتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Isi Khutbah
Isi khutbah sebenarnya penjabaran dari pesan-pesan taqwa seorang khotib yang berisi nasehat dan ajakan-ajakan ke jalan yang diridhai Allah. Isi khutbah kadang mempunyai rangakain yang pendek, kadang juga rankaiannya panjang. Namun yang disunahkan atau dianjurkan oleh Rasulullah adalah isi khutbah yang singkat dan padat. 

Imam Abu Hanifah rahimahullah berkata,”Sepantasnya seorang imam berkhutbah dengan khutbah yang sebentar (ringan). Imam membuka khutbahnya dengan hamdallah, memujiNya berulang-ulang, membaca syahadat, bershalawat atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, memberi nasihat, mengingatkan, membaca surat (Al Qur’an). Kemudian duduk dengan duduk sebentar, lalu bangkit, kemudian berkhutbah lagi: membaca hamdallah, memujiNya berulang-ulang, bershalawat atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mendo’akan mukminin dan mukminat.” 

Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata,”Aku menyukai imam berkhutbah dengan (membaca) hamdallah, shalawat atas RasulNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, nasihat, bacaan (ayat Al Qur’an), dan tidak lebih dari itu.” [Al Umm, 1/203. 

Al ‘Izz bin Abdus Salam rahimahullah berkata: Tidak sepantasnya bagi khathib menyebutkan di dalam khutbahnya, kecuali yang sesuai dengan tujuan-tujuan khutbah. Yaitu: pujian (untuk Allah), do’a, targhib (anjuran kebaikan), dan tarhib (ancaman kemaksiatan). Dengan cara menyebutkan janji dan ancaman (Allah dan RasulNya), dan semua yang akan mendorong kepada ketaatan, atau mencegah dari kemaksiatan, demikian juga (dengan) bacaan Al Qur’an. Dan kebiasaan Nabi dalam banyak kesempataan, yaitu berkhutbah dengan surat Qaaf, karena surat itu mengandung dzikir kepada Allah, pujian kepadaNya, ilmuNya terhadap apa yang dibisik-bisikan jiwa manusia, dan terhadap apa yang ditulis oleh Malaikat, berupa ketaatan dan kemaksiatan. Kemudian menyebutkan kematian dan sakaratil maut. Menyebutkan kiamat dan perkara-perkara yang menakutkan padanya. Persaksian terhadap makhluk dengan amal-amalnya. Menyebutkan sorga dan neraka. Juga menyebutkan kebangkitan dan keluar dari kubur. Kemudian wasiat dalam menegakkan shalat. Maka, isi khutbah yang keluar dari tujuan-tujuan ini merupakan bid’ah. Di dalam khutbah, tidaklah pantas disebutkan khalifah-khalifah, raja-raja, dan amir-amir (Yakni memuji-muji para penguasa zhalim. Adapun memuji dan mendo’akan kebaikan penguasa shalih, maka tidaklah mengapa, wallahu a’lam, Pen), karena tempat ini khusus bagi Allah dan RasulNya, dengan menyebutkan apa-apa yang mendorong ketatan kepadaNya dan mencegah maksiat kepadaNya. Allah berfirman,
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلاَ تَدْعُوا مَعَ اللهِ أَحَدًا
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah”. [Al Jin:18].

Khutbah kedua

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالاتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنَ. اَشْهَدُ اَنْ لاَّ الهَ الاَّ للهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ اِيَّاهُ نَعْبُدُ وَاِيَّاهُ نَسْتَعِيْنَ, وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِّلْعَالَمِيْنَ. اَلّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ : فَيَا عِبَادَالله اِتَّقُ اللهَ تَعَالَى رَبَّ الْعَالمَِيْنَ. وَسَارِعُوْ اِلى مَغْفِرَةِ اللهِ الْكَرِيْمِ. وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَلَى بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ فَقَالَى فِى كِتَابِهِ الْعَزِيْز. اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.اَلّلهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلاْحْيَاءِ مِنْهُمُ اْلاَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُّجِيْبُ الدَّعْوَاتِ رَبَّنَا اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَهً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَالله, اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَلاْحْسَانَ  وَاِيْتَائِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرْ وَالْبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهَ اَكْبَرَ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا يَصْنَعُوْنَ اَقِيْمُوا الصَّلوةَ


Tidak ada komentar:

Posting Komentar