Jumat, 29 April 2016

Contoh Khutbah Jumat Bermutu

Berikut adalah bahasan tentang contoh khubah jumat bermutu. Bagaimana khutbah Jumat dikatakan bermutu? Ada banyak variabel yang dapat dijadikan objek pengukuran. Intinya sejauh mana seorang khotib dapat memberikan pencerahan hati dan pikiran jamaah sholat jumat. Laiknya seorang dai, kiyai, motivator, atau pencerah lainnya, seorang khotib harusnya dapat memberikan tawaran solusi terhadap permasalahan yang  sedang dihadapi umat. Maka lewat penyampaian khutbahnya, seorang khotib dapat menggugah perasaan dan pikiran jamaah sholat. Tentunya ada beberapa faktor dimana khutbah yang disampaikan bisa menggugah pikiran dan perasaan jamaah sholat, diantaranya:

  1. Tema khutbah yang kontekstual. Isi khutbah yang disampaikan sesuai dengan konteks persoalan yang sedang berkembang, hangat dibicarakan dan dihadapi umat saat ini, dilengkapi dengan data dan fakta aktual dan akurat. Agama memang kerap ‘dibenturkan’ dengan persoalan yang sedang terjadi, diharapkan agama dapat memberikan jawaban dan solusi. Dalam hal ini salah satunya adalah seorang khotib lewat khutbah yang disampaikannya diharapkan dapat memberikan penyegaran, memberikan nilai eskatologis dari setiap kasus dan mampu menawarkan solusi terhadap segala persoalan yang terjadi kini.
  2. Isi khutbah yang selalu membawa hal baru, memberikan aksentuasi yang aktual dari tema yang sebenarnya sudah umum disampaikan. Namun kerap kita rasakan ada nuansa baru dari khutbah yang disampaikan seorang khotib. Terkait misalnya dengan pendekatan atau tafsir baru yang kontekstual dari teks-teks alquran ataupun hadits Nabi.
  3. Terkait gaya dan retorika seorang khotib dalam menyampaikan khutbahnya. Faktor ini tentunya tidak sekuat pengaruhnya dari dua faktor di atas. Namun barangkali setidaknya gaya dan retorika seorang khotib akan memancing perhatian jamaah sholat jumat. Hingga fokus jamaah secara tidak langsung akan dapat memberikan pencerahan terhadap pikiran dan perasaan jamaah sholat.    

 Berikut adalah petikan, sekedar contoh khutbah bermutu dengan tema Peran Orang Tua dan Ancaman Narkoba

……..Ancaman Negara saat ini bukan lagi serangan militer dari luar negeri, bahkan terorispun masih jauh mengerikan dibandingkan ancaman membunuh makhluk yang bernama narkoba. 18.000 anak terancam meninggal setiap tahunnnya akibat penyalahgunaan narkoba menurut kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kemenhan Mayor Jenderal Hartin Asrin. Ancaman nyata terhadap kelangsungan regenerasi bangsa Indonesia. Karena masa depan Negara dan bangsa 20 tahun kedepan akan ditentukan oleh generasi remaja dan anak muda hari ini.

Kejahatan narkoba saat ini menempati urutan no.1 di Indonesia. Kita bisa melihat dari jumlah tahanan dan narapidana kasus narkoba saat ini. Data dari Dirjen Pemasyarakatan kementerian Hukum dan Hak asasi manusia (Kemenkumham) per 25 April 2016 mnunjukan, jumlah tahanan dan napi kasus narkoba mencapai 81.360 orang. Sementara total tahanan dan napi seluruh Indonesia 187.701 orang. sekitar 40% dari seluruh jumlah tahanan dan napi yang ada.

Bisa dibayangkan peredaran narkoba sudah sedemikan masifnya di tengah-tengah masyarakat, tidak di desa lebih lebih di kota dengan berbagai modusnya. Tantangan berat buat kita para orang tua. Belum lagi kita meras aman dengan pergaulan bebas muda mudi jaman sekarang yang mengarah pada free sex, hamil diluar nikah, di sisi lain narkoba sedang mengintai siap memangsa siapa saja, terutama anak-anak kita, generasi muda kita.

Jamaah Sholat Jum’at yang dirahmati Allah
Agama jelas dengan tegas mengharamkan khamer (minuman keras) dan semua jenis yang memabukan, narkotika dan obat-obat berzat adiktif lainnya. Itu adalah najis dan perbuatan syetan. Maka penyalahgunaannya tidak hanya dosa secara syariat akan tetapi kematian bagi penggunanya. Maka para orang tua lembaga-lembaga dakwah, pendidikan dan pemerintah harus mengambil langkah preventif, jangan menunggu kasus terjadi, tapi membentengi sekuat tenaga terhadap generasi muda kita agar jangan terjerumus ke dalam pangkal kejahatan bernama narkoba. Bagaimana tidak, apapun akan dilakukannya apabila sudah terkena kecanduan obat berbahaya tersebut. Ingat cerita seorang pemuda saleh yang terlibat 2 kemaksiatan besar, berzina dan membunuh setelah sebelumnya terjebak meminum minuman yang memabukan.

Dan keluarga adalah benteng pertama dan utama terhadap serangan narkoba ini. Di dalam kelaurgalah anak-anak kita pertama kali diperkenalkan dengan nilai-nilai luhur budaya dan agama. Upaya intensif harusnya mudah kita lakukan terhadap putra-putri kita dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan. Keluarga kawah candra dimuka. Ibu adalah madrasatul ula, dimana anak-anak mendapat prinsip-prinsip kebenaran. Kuncinya adalah peran orang tua, tentunya selain guru di sekolah. Waktu yang dihabiskan di rumah harusnya lebih intend an tanpa jarak dalam membina putra-putri kita.

Tentang pembinaan orang tua terhadap generasi mendatang, alquran sudah sangat mewanti-wanti dalam firmanNya: Attahrim : 6
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar